The Latest
Semarang – Lomba Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah resmi digelar pada Sabtu–Selasa, 26–29 Juli 2025, di Bumi Perkemahan Pusat Pendidikan dan Kepramukaan Candra Birawa, Gunungpati, Kota Semarang.
Pra-Pendakian Notogiwang, BSO Prapala Gerakan Pramuka UIN Gus Dur Latihan Fisik dan Manajemen Risiko
Pekalongan –Dalam rangka persiapan menghadapi pendakian Gunung Prau, BSO Prapala Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan pra-pendakian pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh anggota BSO Prapala dan beberapa anggota Gerakan Pramuka UIN Gus Dur, bertempat di Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan dan aliran sungai Kali Genting. Selama perjalanan, peserta melakukan berbagai latihan teknis seperti pendirian tenda, memasak, serta pengenalan medan sebagai bentuk latihan dasar dalam menghadapi situasi di alam terbuka

Meskipun kegiatan ini hanya berlangsung satu hari, seluruh peserta tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Suasana kebersamaan, kerja sama tim, dan latihan manajemen risiko menjadi bekal penting untuk menghadapi pendakian Gunung Prau yang akan datang.
Kak Thasya, selaku pimpinan BSO Prapala, menyampaikan bahwa pra-pendakian ini merupakan langkah strategis untuk mengukur kesiapan fisik dan mental anggota sebelum melaksanakan pendakian utama.
“Kegiatan pra-pendakian ini bukan hanya sekadar latihan fisik, tetapi juga sebagai bentuk persiapan mental dan strategi menghadapi medan sebenarnya. Saya harap kakak-kakak bisa mengambil pelajaran dari pengalaman hari ini belajar kerja sama, manajemen risiko, dan tanggung jawab di alam terbuka. Semua ini akan menjadi bekal penting saat kita menghadapi pendakian Gunung Prau nanti,” ujar Kak Thasya

Sementara itu, keterlibatan anggota Gerakan Pramuka UIN dalam kegiatan ini juga merupakan bentuk interaksi positif antar anggota. Kehadiran mereka memperkaya pengalaman lapangan dan menambah semangat kebersamaan di tengah latihan alam terbuka.
Kegiatan pra-pendakian ini menjadi contoh nyata bahwa dengan latihan dan persiapan yang matang, semangat untuk menjelajah alam dapat dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya manajemen risiko, kesiapan fisik, serta kerja sama tim dalam dunia kepanduan dan pencinta alam.
Penulis : Yulia Rif'atul Qonita
Editor : Tim Publikom
Pekalongan – Kegiatan Perkemahan Jum’at–Sabtu (Perjusa) yang diselenggarakan oleh SMP Satu Atap Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, berlangsung meriah pada tanggal 18–19 Juli 2025. Perkemahan ini diikuti oleh 18 peserta didik dari kelas 7 dan 8, dan turut didampingi oleh Pengurus Gerakan Pramuka UIN Gus Dur.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menjadi momentum penting dalam penguatan karakter peserta didik. Meskipun jumlah peserta relatif sedikit karena letak geografis sekolah yang berada di ujung selatan Kabupaten Pekalongan, semangat para siswa tetap tinggi sepanjang kegiatan

Yang menarik, malam api unggun turut disaksikan tidak hanya oleh pihak sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar yang ikut memeriahkan suasana. Kehadiran warga menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan Pramuka sebagai bagian dari pendidikan nonformal yang membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Kak Triyadi selaku pembina Pramuka menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa menjadi bekal awal bagi siswa kelas 7 dalam proses mereka berkembang, baik secara mental, sosial, maupun kepemimpinan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa melatih tanggung jawab, kemandirian, dan rasa percaya diri adik-adik kelas 7 ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kak Hadi selaku perwakilan Pengurus Gerakan Pramuka UIN Gus Dur turut mengapresiasi jalannya kegiatan. Ia menyampaikan bahwa perkemahan ini menjadi ruang nyata untuk mengimplementasikan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.
“Melalui kegiatan ini saya bisa langsung menerapkan nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya, serta belajar dari semangat adik-adik dan peran aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter,” ujar Kak Hadi.

Perjusa ini menjadi contoh bahwa meski dengan keterbatasan, sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pengurus Pramuka dapat menciptakan ruang pendidikan yang bermakna dan berdampak.
Penulis : Yulia Rif'atul Qonita
Editor : Tim Publikom
Pekalongan - BSO Otodidak - Sebagai bagian dari kegiatan Pendidikan Lapangan (Diklap), Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid mengadakan rangkaian acara bersama warga Dusun Widari, Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Acara ini berlangsung selama empat hari, dari Sabtu, 28 Juni sampai Selasa, 1 Juli 2025. Kegiatan tersebut sukses menarik perhatian masyarakat.
Tujuan utama dari Diklap adalah memperkenalkan sisi menyenangkan dan edukatif dari Pramuka kepada masyarakat desa. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat membangun hubungan yang lebih dekat antara mahasiswa dan warga melalui susunan kegiatan yang ada.
Kak Andre, selaku ketua sangga kerja Diklap menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari tri darma perguruan tinggi tentang pengabdian masyarakat. Sekaligus merepresentasikan bahwa Pramuka tidak hanya soal tali temali saja, melainkan banyak macam kegiatan yang menyenangkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka bukan hanya baris-berbaris, tetapi juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, membangun karakter, dan menjalin kebersamaan,” tutur Kak Andre.
Selain pawai obor dan api unggun yang menjadi highlight kegiatan, terdapat juga sesi materi kepramukaan. Tidak cukup disitu, kegiatan lainnya seperti sosialisasi tentang pendidikan, beasiswa, hingga obrolan santai bareng warga juga turut mewarnai serangkaian acara Diklap

Kak Untung Budi, selaku ketua RW turut mengapresiasi kegiatan ini, hal tersebut diutarakannya ketika diwawancarai oleh tim media.
“Kegiatan Diklap tahun ini lebih berkesan dengan adanya pawai obor dan api unggun yang melibatkan masyarakat sekitar serta anak-anak di Desa Widari,” ujarnya.
Malam puncak kegiatan berlangsung hangat dan meriah. Setelah pawai obor keliling desa, semua peserta dan warga berkumpul di lapangan untuk acara api unggun serta pentas seni. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Tari Arjati, yang merupakan tarian khas Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Tarian ini membawa pesan semangat juang dan kepahlawanan, dan menjadi contoh bagaimana seni bisa berpadu dengan nilai-nilai kepramukaan

Warga berharap, kegiatan ini terus berlanjut, sehingga dapat membuka ruang dialog antara warga dengan mahasiswa. Terlebih, semua warga turut andil dalam berbagai acara.
"Ya harapannya kegiatan ini terus berlanjut, karena kami merasakan kedekatan antar warga dan juga mahasiswa." Ujar Kak Tabah selaku tokoh masyarakat.
Penulis : M. Risqi Agung Pratama
Editor : Tim Publikom
(Pekalongan, 17 Juni 2025) Kunjungan Badan Semi Otonomi (BSO) Otodidak ke kantor Suara Merdeka cabang Pekalongan.
Pekalongan, 3 Mei 2025 - UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar acara prosesi wisuda Sarjana ke-23 dan Magister ke-51 dengan mengusung tema “Melahirkan pemimpin masyarakat yang berintegritas untuk mewujudkan Indonesia emas 2045”.
Jakarta, 8 Februari 2025 Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan turut berpartisipasi dalam Musyawarah Forum Ketua Dewan Pramuka Perguruan Tinggi Keagamaan Se-Indonesia (FKD PTK) V yang berlangsung pada 6-8 Februari 2025 di Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Gerakan Pramuka UIN GUSDUR Gelar Rapat Kerja, dan Upgrading Secara Bersama di Periode 2025
Senin-Rabu (27-29/1/2025) - Gerakan Pramuka UIN GUSDUR (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ) telah menggelar acara raker, dan peningkatan kepengurusan secara bersama.
Pekalongan - Pada tanggal 03 Januari 2025 UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) Peringati Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang ke 79. Upacara ini berlangsung di halaman gedung Student Centre UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang di ikuti oleh seluruh staf dan dosen pengajar dengan petugas upacara dari, Gerakan Pramuka UIN Gus Dur
Peringatan HAB Kemenag yang mengusung tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas” ini berjalan dengan sukses, hikmat dan lancar. Dalam rangkaian upacara HAB Kemenag bapak Prof. Dr. H Zaenal Mustakim M.Ag. selaku rektor UIN K.H Abdurrahman Wahid sekaligus sebagai inspektur upacara dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk seluruh unsur pimpinan dan pegawai kementerian agama haruslah menjadi contoh dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Para pimpinan di kementerian agama harus tampil terdepan dalam komitmen kejujuran dan keteladanan. "Seorang tokoh teladan pemberantas korupsi Baharuddin Lopa mengatakan "Banyak yang salah jalan tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Beranilah menjadi benar meskipun anda sendirian"
Kegiatan peringatan upacara HAB kemenag ini juga merupakan bentuk apresiasi bagi para dosen dan juga staf. Serta sebagai momentum untuk refleksi guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan, yang nantinya dapat menciptakan teladan-teladan yang baik bagi penerus bangsa yang akan datang.
Diakhir sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen, staf, dan juga petugas upacara yang sudah mensukseskan acara kegiatan peringatan HAB Kemenag.
Kak Nayla Safarah selaku petugas upacara pengibar bendera dari Gerakan Pramuka juga mengaku senang dapat berkontribusi dalam acara peringatan HAB Kemenag. Dan ia juga menyampaikan senang atas latihan yang dilakukan bersama teman-temannya dapat berjalan lancar di hari acara.
Penulis & reporter : putri Nala & Yulia
Editor : Publikominfo
Pekalongan, Jawa Tengah – Gladi Tangguh Pramuka Pramuka Penegak (GTPP) ke VII tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan telah selesai diselenggarakan. Kegiatan GTPP VII ini dilaksanakan di halaman gedung Student Center Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, pada tanggal 2-3 November 2024 dengan diikuti oleh 314 peserta dari 20 pangkalan se-eks karesidenan Pekalongan.
Acara dibuka oleh Kak Muhtar Ali, S.Ag. selaku Pelaksana Harian (PLH) Kabiro AUAK (Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan) dan penampilan menarik Tari Arjati, yang merupakan kesenian tari kreasi dari Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Hari pertama GTPP VII diisi dengan berbagai lomba, seperti, lomba reportase, lomba Scout Smart Competition (SSC), lomba pioneering, lomba PBB, dan lomba joget Komando.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan giat wawasan yang diadakan di Selasar depan Student Center dengan pemateri pertama Kak Hadi Subhan yang membahas mengenai Mengenal Lebih Dekat Kampus Humanis dan Moderat, dalam materi tersebut Kak Hadi menejelaskan mengenai profil kampus, keuntungan kuliah di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, fasilitas yang tersedia, program studi yang ditawarkan, berbagai jenis beasiswa, dan informasi tambahan mengenai biaya Pendidikan.
Pemateri kedua Kak Muhammad Fauzan Hendrawan selaku KABID Pembinaan dan Pengembangan DKD JATENG yang mengisi materi mengenai Polemik Ekstrakurikuler Pramuka Dihapuskan. Kak Fauzan membahas mengenai regulasi, sejarah Pramuka dalam dunia pendidikan, pro dan kontra penghapusan Pramuka dalam Ekstrakurikuler, hingga peran Pramuka dalam Pembangunan Strategis Nasional.
Upacara penutupan dihadiri oleh Kak Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag. selaku Ketua harian majelis pembimbing gugus depan (Kaharmabigus). Kak Muhlisin menyampaikan tiga poin penting kepada para peserta kegiataan GTPP VII, yaitu yang pertama, beliau mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh satuan pendidikan yang telah mengirimkan peserta untuk mengikuti GTPP VII di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Beliau berharap partisipasi tersebut dapat meningkatkan kompetensi kepramukaan peserta sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai bakat dan minat masing-masing.
Kedua, Kak Muhlisin memperkenalkan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai salah satu Universitas yang telah terakreditasi unggul, dengan banyak program beasiswa dan mahasiswa Internasional. Beliau menambahkan bahwa kegiatan pramuka di UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan bukan hanya bersifat lokal, tetapi juga nasional, sehingga peserta diharapkan mendapatkan pengalaman dan wawasan baru mengenai kompetisi dan prestasi dalam kepramukaan.
Ketiga, beliau memberikan pesan bahwa pramuka sejatinya adalah untuk mewujudkan manusia yang seutuhnya secara lahir dan batin, sesuai dengan Dasa Darma dan Trisatya. Dalam era digitalisasi saat ini, peserta juga diharapkan untuk mengikuti perkembangan zaman dengan mengisi konten-konten positif di media sosial tentang kepramukaan dan kepanduan. Kak Muhlisin juga mengingatkan agar peserta mengimplementasikan semua yang baik yang didapatkan di UIN Gusdur ke berbagai kalangan, serta memberikan masukan dan bimbingan untuk perbaikan di masa depan.
Kak Husni selaku ketua panitia memberikan tanggapan mengenai pelaksanaan acara GTPP VII 2024. “Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini diikuti oleh 314 peserta dari 20 pangkalan se-eks karesidenan Pekalongan. Peserta sangat bersemangat untuk menjadi yang terbaik. Selain mengikuti perlombaan, peserta juga menerima materi wawasan dari narasumber yang kompeten di bidangnya,” ungkap Husni.
Ia menambahkan bahwa semua agenda yang telah direncanakan berhasil dipenuhi dan mendapatkan umpan balik positif dari peserta mengenai penyelenggaraan serta manfaat yang diperoleh. Kak Husni juga menyampaikan harapan untuk kegiatan GTPP selanjutnya agar dapat menjangkau lebih banyak peserta dan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan. “Saya berharap ketua panitia dapat mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif, sehingga dapat menciptakan acara yang lebih baik lagi,” tutupnya.
Dengan berakhirnya GTPP VII tahun 2024, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kepramukaan di UIN Gusdur dan sekitarnya.
Jurnalis : Laela Indah Mulyani (Tim BSO Otodidak Gerakan Pramuka UIN Gusdur)