Pendidikan Lapangan (Diklap) Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Hadirkan Kebersamaan dan Edukasi di Dusun Widari

17 Juli 2025

Pekalongan - BSO Otodidak - Sebagai bagian dari kegiatan Pendidikan Lapangan (Diklap), Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid mengadakan rangkaian acara bersama warga Dusun Widari, Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Acara ini berlangsung selama empat hari, dari Sabtu, 28 Juni sampai Selasa, 1 Juli 2025. Kegiatan tersebut sukses menarik perhatian masyarakat.

Tujuan utama dari Diklap adalah memperkenalkan sisi menyenangkan dan edukatif dari Pramuka kepada masyarakat desa. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat membangun hubungan yang lebih dekat antara mahasiswa dan warga melalui susunan kegiatan yang ada.

Kak Andre, selaku ketua sangga kerja Diklap menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari tri darma perguruan tinggi tentang pengabdian masyarakat. Sekaligus merepresentasikan bahwa Pramuka tidak hanya soal tali temali saja, melainkan banyak macam kegiatan yang menyenangkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka bukan hanya baris-berbaris, tetapi juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, membangun karakter, dan menjalin kebersamaan,” tutur Kak Andre.

Selain pawai obor dan api unggun yang menjadi highlight kegiatan, terdapat juga sesi materi kepramukaan. Tidak cukup disitu, kegiatan lainnya seperti sosialisasi tentang pendidikan, beasiswa, hingga obrolan santai bareng warga juga turut mewarnai serangkaian acara Diklap

Kak Untung Budi, selaku ketua RW turut mengapresiasi kegiatan ini, hal tersebut diutarakannya ketika diwawancarai oleh tim media.

“Kegiatan Diklap tahun ini lebih berkesan dengan adanya pawai obor dan api unggun yang melibatkan masyarakat sekitar serta anak-anak di Desa Widari,” ujarnya.

Malam puncak kegiatan berlangsung hangat dan meriah. Setelah pawai obor keliling desa, semua peserta dan warga berkumpul di lapangan untuk acara api unggun serta pentas seni. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Tari Arjati, yang merupakan tarian khas Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Tarian ini membawa pesan semangat juang dan kepahlawanan, dan menjadi contoh bagaimana seni bisa berpadu dengan nilai-nilai kepramukaan

Warga berharap, kegiatan ini terus berlanjut, sehingga dapat membuka ruang dialog antara warga dengan mahasiswa. Terlebih, semua warga turut andil dalam berbagai acara.

"Ya harapannya kegiatan ini terus berlanjut, karena kami merasakan kedekatan antar warga dan juga mahasiswa." Ujar Kak Tabah selaku tokoh masyarakat.


Penulis : M. Risqi Agung Pratama

Editor : Tim Publikom

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree