Pramuka uin gus dur pekalongan
Pekalongan – Upacara pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) resmi digelar oleh Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Jum'at, 1 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di Room Meeting Lantai 2 Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan diikuti oleh peserta, pelatih, pembina, serta sangga kerja. KMD ini bertujuan untuk mencetak pembina-pembina handal yang siap terjun langsung membina satuan Gugus Depan di lingkungan masing-masing.
Upacara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan laporan dari Ketua Sangga Kerja, Kak Camelia. Selanjutnya, Kak Majid selaku pembina putra menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pusdiklatcab Kota Pekalongan atas kerja sama penyelenggaraan KMD ke XIV di kampus UIN Gusdur.

Salah satu momen simbolik dalam upacara ini adalah penyerahan bendera Pusdiklat dari Kak Beni selaku Ka. Pusdiklat kepada Kak Dedik sebagai Pimpinan Kursus (Pinsus), yang kemudian dilanjutkan dengan penancapan kapak sebagai tanda resmi dimulainya KMD XIV. Acara juga diisi prosesi adat berupa penancapan bambu runcing ke pelapah pisang, serta ditutup dengan penampilan tari Arjati dari anggota Gerakan Pramuka.

Kak Dedik, selaku Pinsus menyampaikan bahwa KMD bukan hanya kegiatan pelatihan biasa, namun sarana strategis untuk membekali para calon pembina dengan pengetahuan dan keterampilan membina Gugus Depan.
“Kegiatan KMD ini akan mencetak pembina-pembina handal yang nantinya akan terjun langsung untuk membina di satuan Gugus Depannya masing-masing. Dari itu kegiatan KMD ini sangat bermanfaat karena akan memberikan bekal kepada kakak-kakak tentang pengelolaan Gugus Depan, tentang pengelolaan kegiatan di sekolah dengan manajemen yang tepat," jelasnya.
Dengan berlangsungnya KMD XIV ini, diharapkan lahir pembina-pembina yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki dedikasi untuk berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Penulis : Yulia Rif'atul Qonita
Editor : Tim Publikom
Semarang – Lomba Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah resmi digelar pada Sabtu–Selasa, 26–29 Juli 2025, di Bumi Perkemahan Pusat Pendidikan dan Kepramukaan Candra Birawa, Gunungpati, Kota Semarang.
Pra-Pendakian Notogiwang, BSO Prapala Gerakan Pramuka UIN Gus Dur Latihan Fisik dan Manajemen Risiko
Pekalongan –Dalam rangka persiapan menghadapi pendakian Gunung Prau, BSO Prapala Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan pra-pendakian pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh anggota BSO Prapala dan beberapa anggota Gerakan Pramuka UIN Gus Dur, bertempat di Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan dan aliran sungai Kali Genting. Selama perjalanan, peserta melakukan berbagai latihan teknis seperti pendirian tenda, memasak, serta pengenalan medan sebagai bentuk latihan dasar dalam menghadapi situasi di alam terbuka

Meskipun kegiatan ini hanya berlangsung satu hari, seluruh peserta tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Suasana kebersamaan, kerja sama tim, dan latihan manajemen risiko menjadi bekal penting untuk menghadapi pendakian Gunung Prau yang akan datang.
Kak Thasya, selaku pimpinan BSO Prapala, menyampaikan bahwa pra-pendakian ini merupakan langkah strategis untuk mengukur kesiapan fisik dan mental anggota sebelum melaksanakan pendakian utama.
“Kegiatan pra-pendakian ini bukan hanya sekadar latihan fisik, tetapi juga sebagai bentuk persiapan mental dan strategi menghadapi medan sebenarnya. Saya harap kakak-kakak bisa mengambil pelajaran dari pengalaman hari ini belajar kerja sama, manajemen risiko, dan tanggung jawab di alam terbuka. Semua ini akan menjadi bekal penting saat kita menghadapi pendakian Gunung Prau nanti,” ujar Kak Thasya

Sementara itu, keterlibatan anggota Gerakan Pramuka UIN dalam kegiatan ini juga merupakan bentuk interaksi positif antar anggota. Kehadiran mereka memperkaya pengalaman lapangan dan menambah semangat kebersamaan di tengah latihan alam terbuka.
Kegiatan pra-pendakian ini menjadi contoh nyata bahwa dengan latihan dan persiapan yang matang, semangat untuk menjelajah alam dapat dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya manajemen risiko, kesiapan fisik, serta kerja sama tim dalam dunia kepanduan dan pencinta alam.
Penulis : Yulia Rif'atul Qonita
Editor : Tim Publikom
Pekalongan – Kegiatan Perkemahan Jum’at–Sabtu (Perjusa) yang diselenggarakan oleh SMP Satu Atap Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, berlangsung meriah pada tanggal 18–19 Juli 2025. Perkemahan ini diikuti oleh 18 peserta didik dari kelas 7 dan 8, dan turut didampingi oleh Pengurus Gerakan Pramuka UIN Gus Dur.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menjadi momentum penting dalam penguatan karakter peserta didik. Meskipun jumlah peserta relatif sedikit karena letak geografis sekolah yang berada di ujung selatan Kabupaten Pekalongan, semangat para siswa tetap tinggi sepanjang kegiatan

Yang menarik, malam api unggun turut disaksikan tidak hanya oleh pihak sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar yang ikut memeriahkan suasana. Kehadiran warga menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan Pramuka sebagai bagian dari pendidikan nonformal yang membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Kak Triyadi selaku pembina Pramuka menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa menjadi bekal awal bagi siswa kelas 7 dalam proses mereka berkembang, baik secara mental, sosial, maupun kepemimpinan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa melatih tanggung jawab, kemandirian, dan rasa percaya diri adik-adik kelas 7 ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kak Hadi selaku perwakilan Pengurus Gerakan Pramuka UIN Gus Dur turut mengapresiasi jalannya kegiatan. Ia menyampaikan bahwa perkemahan ini menjadi ruang nyata untuk mengimplementasikan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.
“Melalui kegiatan ini saya bisa langsung menerapkan nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya, serta belajar dari semangat adik-adik dan peran aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter,” ujar Kak Hadi.

Perjusa ini menjadi contoh bahwa meski dengan keterbatasan, sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pengurus Pramuka dapat menciptakan ruang pendidikan yang bermakna dan berdampak.
Penulis : Yulia Rif'atul Qonita
Editor : Tim Publikom
Pekalongan - BSO Otodidak - Sebagai bagian dari kegiatan Pendidikan Lapangan (Diklap), Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid mengadakan rangkaian acara bersama warga Dusun Widari, Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Acara ini berlangsung selama empat hari, dari Sabtu, 28 Juni sampai Selasa, 1 Juli 2025. Kegiatan tersebut sukses menarik perhatian masyarakat.
Tujuan utama dari Diklap adalah memperkenalkan sisi menyenangkan dan edukatif dari Pramuka kepada masyarakat desa. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat membangun hubungan yang lebih dekat antara mahasiswa dan warga melalui susunan kegiatan yang ada.
Kak Andre, selaku ketua sangga kerja Diklap menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari tri darma perguruan tinggi tentang pengabdian masyarakat. Sekaligus merepresentasikan bahwa Pramuka tidak hanya soal tali temali saja, melainkan banyak macam kegiatan yang menyenangkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka bukan hanya baris-berbaris, tetapi juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, membangun karakter, dan menjalin kebersamaan,” tutur Kak Andre.
Selain pawai obor dan api unggun yang menjadi highlight kegiatan, terdapat juga sesi materi kepramukaan. Tidak cukup disitu, kegiatan lainnya seperti sosialisasi tentang pendidikan, beasiswa, hingga obrolan santai bareng warga juga turut mewarnai serangkaian acara Diklap

Kak Untung Budi, selaku ketua RW turut mengapresiasi kegiatan ini, hal tersebut diutarakannya ketika diwawancarai oleh tim media.
“Kegiatan Diklap tahun ini lebih berkesan dengan adanya pawai obor dan api unggun yang melibatkan masyarakat sekitar serta anak-anak di Desa Widari,” ujarnya.
Malam puncak kegiatan berlangsung hangat dan meriah. Setelah pawai obor keliling desa, semua peserta dan warga berkumpul di lapangan untuk acara api unggun serta pentas seni. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Tari Arjati, yang merupakan tarian khas Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Tarian ini membawa pesan semangat juang dan kepahlawanan, dan menjadi contoh bagaimana seni bisa berpadu dengan nilai-nilai kepramukaan

Warga berharap, kegiatan ini terus berlanjut, sehingga dapat membuka ruang dialog antara warga dengan mahasiswa. Terlebih, semua warga turut andil dalam berbagai acara.
"Ya harapannya kegiatan ini terus berlanjut, karena kami merasakan kedekatan antar warga dan juga mahasiswa." Ujar Kak Tabah selaku tokoh masyarakat.
Penulis : M. Risqi Agung Pratama
Editor : Tim Publikom
(Pekalongan, 17 Juni 2025) Kunjungan Badan Semi Otonomi (BSO) Otodidak ke kantor Suara Merdeka cabang Pekalongan.